Sebagai Negara dengan Biodiversitas terbesar, pada era trend back to nature ini Indonesia terbuka peluang untuk menjadi negara penghasil obat alam dunia. Trend back to nature mendorong perkembangan industri obat tradisional di seluruh dunia termasuk Indonesia. Rata-rata laju pertumbuhan industri obat tradisional di Indonesia sebesar 20%. Perkembangan industri obat tradisional tentu membutuhkan para pakar farmasi bahan alam untuk meningkatkan mutu pengobatan yang berdasarkan bukti ilmiah.

Demikian juga trend evidence based pharmaceutical care yang berkembang di banyak negara di dunia, secara lambat tapi pasti akan turut meramaikan tuntutan penyiapan sumber daya manusia di bidang farmasi yang unggul. Sumber daya manusia yang unggul tersebut paling tidak memiliki karakteristik professional, trampil, cerdas, responsif atas perubahan, bertanggung jawab ilmiah dan berakhlak mulia. Sumber daya manusia yang unggul seperti itu tentu tidak akan muncul begitu saja melainkan memerlukan proses rekayasa yaitu program pendidikan yang terarah, terukur dan terbuka dengan pendidik yang ikhlas, berdedikasi tinggi dan berkepribadian ilmiah. Fakultas Farmasi UAD sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah sudah melakukan positioning untuk pengembangan farmasi komunitas dan bahan alam, sehingga lulusannya memiliki spesifikasi khusus dalam bidang ini termasuk untuk program pendidikan Master Ilmu Kefarmasiannya.